1. Organisasi
sangat penting dalam bisnis
Organisasi di dalam suatu bisnis
harus memiliki basic organisasi, maka dari hal ini menjadi suatu point yang
harus dimiliki terutama oleh pemula. Dalam organisasi ada beberapa hal yang
secara langsung menjadi bahan pelajaran. Pada dasarnya antara bisnis yang
dibuat dengan suatu sistem organisasi tergolong memiliki kemiripan kinerja atau
aplikasi. Maka dari itu seseorang yang memiliki pengalaman berorganisasi akan
lebih cepat menyesuaikan diri pada aktivitas usaha yang dipilih untuk menjadi
bisnisnya. Secara garis besar beberapa penerapan dilakukan dengan cara yang
sama antara berorganisasi dengan berbisnis bahkan secara prinsip.sedangkan hal
yang membedakan adalah jenis kegiatan dan tentunya adalah tujuannya pada bisnis
berorientasi pada keuntungan. Sehingga upayanya jelas untuk mendapatkan
keuntungan, namun ada proses yang dapat di adopsi dan saling melengkapi yaitu
tentang mempertahankan kesatuan, keberadaan atau eksistensi diantara keduanya
memiliki cara yang sama yaitu mengutamakan ide inovatif dan kreatif.
peran organisasi di dalam perusahaan berdasarkan
struktur organisasi:
1. menciptakan
bayangan kesuksesan untuk bisnis kita, dengan memiliki Struktur Organisasi kita
telah berimajinasi seperti apa bisnis kita dimasa mendatang. Divisi – divisi
dan posisi – posisi apa saja yang nanti akan ada bisa tergambar dengan jelas
saat ini.
2. memudahkan
pengembangan Sumber Daya Manusia, dengan Struktur Organisasi kita mampu melihat
bagian-bagian perusahaan mana saja yang nantinya membutuhkan SDM, Struktur
Organisasi juga bisa menjadi alat pada saat kita melakukan perekrutan atau
penambahan karyawan nantinya. Dengan adanya Struktur Organisasi kita akan
berusaha untuk mendapatkan SDM yang berkualitas pada posisi-posisi yang saat
ini masih kosong atau rangkap jabatan. Bagi karyawan Struktur Organisasi ini
juga akan menjadi motivasi tersendiri untuk naik jabatan pada posisi diatasnya,
tanpa Struktur Organisasi karyawan tidak/ belum mengetahui apakah ada jabatan
diatas posisinya saat ini.
3. fungsi
delegasi, dengan Struktur Organisasi kita bisa dengan mudah memisah fungsi
delegasi antar setiap bagian pekerjaan, sekalipun rangkap jabatan masih ada
setidaknya akan diketahui pada posisi mana kita sedang bekerja. Hal ini akan
sangat terasa ketika kita telah memiliki karyawan, kadangkala kita melimpahkan
pekerjaan pada karyawan tetapi hal itu tidak sesuai dengan lingkup
pekerjaannya, sehingga hasil pekerjaan tersebut menjadi tidak maksimal, jika
sejak awal kita telah menempatkan karyawan tadi pada suatu posisi tertentu
dalam Struktur Organisasi maka kita bisa melihat apakah pekerjaan yang
didelegasikan sudah sesuai dengan posisi dan lingkup pekerjaan karyawan
tersebut.
Dari Struktur Organisasi ini pula kita akan mengetahui posisi –
posisi mana saja yang sudah waktunya untuk di delegasikan. Seringkali perusahaan baru bangkrut karena divisi
pemasaran dan penjualannya loyo. Banyak yang merasa mampu membuat solusi
multimedia dan informatika membuat usaha baru namun setahun kemudian tutup
karena tidak dapat proyek. Tugas divisi ini adalah melakukan riset pasar,
promosi, mencari prospek klien, melakukan presentasi sampai dapat menghasilkan
proyek untuk perusahaan.
Dalam perusahaan yg kita kelola harus mempunyai
struktur organisasi yg jelas & tepat agar sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.
2.
Masalah organisasi makin banyak berhubungan dengan perkembangan bisnis
Masalah organisasi makin banyak karena makin
berkembangnya bisnis, dengan makin berkembangnya bisnis maka:
· susunan
organisasi dari bisnis menjadi semakin kompleks
· kebutuhan
suatu bisnis menjadi semakin banyak
· persaingan
bisnis yang dihadapi juga semakin kompleks
Ketika suatu organisasi
berkembang, maka organisasi tersebut akan mengalami persoalan akibat
perkembangannya.
Misalnya, sebuah usaha yang
berkembang dari satu tempat saja akan menghadapi masalah yang baru dan lebih
kompleks ketika mulai membuka cabang. Masalah ini dapat berupa permasalahn
logistik, yaitu bagaimana mensuplai cabang usaha dengan barang dagangan atau
bahan baku. Masalah ini dapat juga berupa pengawasan terhadap pegawai yang
berada di cabang usaha. Semakin banyak cabang maka semakin besar pula
permasalahan yang dihadapi.
Dengan semakin banyak jumlah
pegawai, maka biaya operasi yang harus dikeluarkan oleh suatu usaha juga
meningkat. Ini memberi tantangan bagi bisnis untuk mendapatkan omset dan laba
yang semakin besar juga.
Persaingan yang dihadapi juga
berubah, karena harus bersaingan dengan bisnis lain yang ukurannya juga semakin
besar.
Karena permasalahan yang
semakin banyak ini, kemampuan manajemen dalam suatu bisnis tersebut sangat
penting, untuk mengatur perusahaan dan membuatnya meenjadi lebih bisa bertahan
menghadapi permasalahan baru ini.
3.
Bentuk-bentuk organisasi
1.
ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
·
Diciptakan oleh Henry Fayol,
Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung
secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi
sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon
yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando.
Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya
tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi,
Warteg, Rukun tetangga.
Memiliki
ciri-ciri:
·
Hubungan antara atasan dan bawahan
masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
·
Jumlah karyawan sedikit
·
Pemilik modal merupakan pemimpin
tertinggi
·
Belum terdapat spesialisasi
·
Masing-masing kepala unit mempunyai
wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
·
Struktur organisasi sederhana dan
stabil
·
Organisasi tipe garis biasanya
organisasi kecil
·
Disiplin mudah dipelihara
(dipertahankan)
Keuntungan-keuntungan
penggunaan organisasi tipe garis adalah :
·
Ada kesatuan komando yang terjamin
dengan baik
·
Disiplin pegawai tinggi dan mudah
dipelihara (dipertahankan)
·
Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
·
Proses pengambilan keputusan dan
instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
·
Garis kepemimpinan tegas, tidak
simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga
semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
·
Rasa solidaritas pegawai biasanya
tinggi
·
Pengendalian mudah dilaksanakan
dengan cepat
·
Tersedianya kesempatan baik untuk
latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
·
Adanya penghematan biaya
·
Pengawasan berjalan efektif
Kelemahan-kelemahan
organisasi garis :
·
Tujuan dan keinginan pribadi
pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
·
Pembebanan yang berat dari pejabat
pimpinan , karena dipegang sendiri
·
Adanya kecenderungan pimpinan
bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
·
Kesempatan pegawai untuk berkembang
agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
·
Organisasi terlalu tergantung kepada
satu orang, yaitu pimpinan
·
Kurang tersedianya saf ahli
2.
ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
·
Merupakan kombinasi dari organisasi
lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu
oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm
saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:
Memiliki
ciri-ciri:
·
Hubungan atasan dan bawahan tidak
bersifat langsung
·
Pucuk pimpinan hanya satu orang
dibantu staff
·
Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu
lini dan staff
·
Jumlah karyawan banyak
·
Organisasi besar, bersifat komplek
·
Adanya spesialisasi
Keuntungan
penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:
1.
Asas kesatuan komando tetap ada.
Pimpinan tetap dalam satu tangan.
2.
Adanya tugas yang jelas antara
pimpian staf dan pelaksana
3.
Tipe organisasi garis dan staf
fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
4.
Pengembalian keputusan relatif
mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
5.
Koordinasi mudah dilakukan, karena
ada pembagian tugas yang jelas.
6.
Disiplin dan moral pegawai biasanya
tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
7.
Bakat pegawai dapat berkembang
sesuai dengan spesialisasinya.
8.
Diperoleh manfaat yang besar bagi
para ahli
Kelemahan-kelemahan
dari bentuk Organisasi garis dan staf:
1.
Kelompok pelaksana terkadang bingung
untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
2.
Solidaritas pegawai kurang, karena
adanya pegawai yang tidak saling mengenal
3.
Sering terjadi persaingan tidak
sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang
penting
4.
Pimpinan lini mengabaikan advis staf
5.
Apabila tugas dan tanggung jawab
dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan
menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang
6.
Penggunaan staf ahli bisa menambah
pembebanan biaya yang besar
7.
Kemungkinan pimpinan staf melampaui
kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
8.
Kemungkinan akan terdapat perbedaan
interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang
diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.
3.
ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
·
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor,
Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus
dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian
yang sungguh-sungguh.
Memiliki
ciri-ciri:
·
Pembidangan tugas secara tegas dan
jelas dapat dibedakan
·
Bawahan akan menerima perintah dari
beberapa atasan
·
Pekerjaan lebih banyak bersifat
teknis
·
Target-target jelas dan pasti
·
Pengawasan ketat
·
Penempatan jabatan berdasarkan
spesialisasi
Keuntungan-keuntungan
menggunakan organisasdi fungsional :
1.
Spesialisasi dapat dilakukan secara
optimal
2.
Para pegawai bekerja sesuai
ketrampilannya masing-masing
3.
Produktivitas dan efisiensi dapat
ditingkatkan
4.
Koordinasi menyeluruh bisa
dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
5.
Solidaritas, loyalitas, dan disiplin
karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
6.
Pembidangan tugas menjadi jelas
Kelemahan-kelemahan
organisasi fungsional:
1.
Pekerjaan seringkali sangat membosankan
2.
Sulit mengadakan perpindahan
karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya
memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
3.
Sering ada pegawai yang mementingkan
bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan
4.
ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)
·
Suatu bentuk organisasi dimana
wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya
dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih
melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang
pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit
terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.
Memiliki
ciri-ciri:
·
Tidak tampak adanya perbedaan
tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
·
Terdapat spesialisasi yang maksimal
·
Tidak ditonjolkan perbedaan
tingkatan dalam pemabagian kerja
Kebaikan
organisasi Lini dan fungsional :
1.
Solodaritas tinggi
2.
Disiplin tinggi
3.
Produktifitas tinggi karena
spesialisasi dilaksanakan maksimal
4.
Pekerjaan – pekerjaan yang tidak
rutin atau teknis tidak dikerjakan
Sedangkan
keburukannya adalah :
1.
Kurang fleksibel dan tour of duty
2.
Pejabat fungsional akan mengalami
kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang
3.
Spesiaisasi memberikan kejenuhan
5.
ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)
·
Organisasi ini merupakan
perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.
Memiliki
ciri-ciri:
1.
Organisasi besar dan kadang sangat
ruwet
2.
Jumlah karyawan banyak.
3.
Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:
·
Karyawan dengan tugas pokok (line
personal)
·
Karyawan dengan tugas bantuan (staff
personal)
·
Karyawan dengan tugas operasional
fungsional (functional group)
6.
ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)
·
Suatu organisasi dimana tugas
kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.
Organisasi
komite terdiri dari :
1.
Executive Committee ( Pimpinan
Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
2.
Staff Committee, yaitu orang – orang
yang hanya mempunyai wewenang staf
Memiliki
ciri-ciri :
·
Adanya dewan dimana anggota
bertindak secara kolektif
·
Adanya hak, wewenang dan tanggung
jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
·
Asas musyawarah sangat ditonjolkan
·
Organisasinya besar & Struktur
tidak sederhana
·
Biasannya bergerak dibidang
perbankan, asuransi, niaga.
Kebaikan
Organisasi komite :
1.
Pelaksanaan decision making
berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
2.
Kepemimpinan yang bersifat otokratis
yang sangat kecil
3.
Dengan adanya tour of duty maka
pengembangan karier terjamin
Sedangkan
keburukannya :
1.
Proses decision making sangat lambat
2.
Biaya operasional rutin sangat
tinggi
3.
Kalau ada masalah sering kali
terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab
Referensi
Komentar
Posting Komentar